Kasih sayang Rasulullah tidak hanya tercurahkan kepada keluarga dan sahabatnya, akan tetapi juga kepada ummatnya. Rasa cinta Rasulullah kepada ummatnya sangatlah besar, sebagaimana diakhir hayatnya Rasulullah menyebut “ummati.. ummati..” dan memohon kepada Allah untuk menyelamatkan ummatnya.
Begitu besar rasa cinta serta kasih sayang Rasulullah kepada ummatnya, sebagaimana Rasulullah selalu membimbing ummatnya untuk selalu berakhlak mulia, mengajarkan akan hukum serta syariat agama yang dimana menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan dapat mengangkat derajat mulia di mata Allah SWT.
Rasa cinta serta kasih sayang Rasulullah kepada ummatnya tidak hanya diberikan di dunia, melainkan Rasulullah akan memberi syafaat (pertolongan) atas izin Allah di yaumul akhir kepada ummatnya yang mencintai Rasulullah serta mengikuti ajaran yang Rasulullah berikan.
Sebagaimana dalam Surah At-Taubah ayat 128 yang artinya “Telah datang kepadamu Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. Ayat ini menekankan cinta, kasih sayang, kepedulian, dan penderitaan yang Nabi rasakan terhadap umatnya, serta aspirasi tinggi beliau agar umatnya memperoleh keimanan dan keselamatan di dunia dan di akhirat sehingga bisa berkumpul bersama di surgaNya kelak.