PP-Darul Mu'minin

Amalan-Amalan Pada Bulan Jumadil Ula

Islam senantiasa mengajarkan kepada kaum muslim untuk bertakwa dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat tidak terkecuali di bulan Jumadil Awal. Berikut ini beberapa contoh amalan sunah yang dapat ditunaikan di bulan Jumadil Awal:

  • Perbanyak Berdoa di Bulan Jumadil Awal

  • Puasa Ayyamul Bidh Tengah Bulan Jumadi Awal
    Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunah yang dianjurkan Rasulullah Saw. dalam hadis riwayat Abu Hurairah sebagai berikut:
    “Dari Abu Hurairah RA, dia berkata,”Kekasihku [Rasulullah Saw] mewasiatkan kepadaku tiga nasehat yang aku tidak pernah meninggalkannya hingga aku mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan [ayyamul bidh], mengerjakan sholat Dhuha, dan mengerjakan shalat Witir sebelum tidur,” (HR. Bukhari no 1178).

  • Puasa Senin-Kamis
    Puasa Senin-Kamis menjadi puasa sunah yang baik dilakukan di bulan Jumadil Awal. Rasulullah Saw. menganjurkan sekaligus mencontohkan pelaksanaan Puasa Senin-Kamis kepada umat bunyi suatu riwayat dari Abu Hurairah sebagai berikut:
    “Bahwasanya Nabi saw lebih sering berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Amalan-amalan manusia diajukan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis, maka saya senang apabila amalan saya [pada hari tersebut] dan saya berpuasa pada hari tersebut,” (HR. Ahmad dari Abu Hurairah).

  • Bersedekah
    Umat Islam dapat memperbanyak sedekah di bulan Jumadil Awal. Sedekah merupakan amalan sunah yang begitu dianjurkan karena juga mengandung nilai sosial kepada orang lain. Allah Swt, berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 267 mengenai anjuran pelaksanaan sedekah sebagai berikut:
    “Hai orang-orang yang beriman, berinfaklah [di jalan Allah] sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji,” (Al-Baqarah [2]: 267).

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *